📰 Portal Berita Resmi PINBAS DIY × Sibermu Thursday, 25 June 2026
News: Pengajian Ahad Pahing Masjid An-Nashir Sorogenen Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta
Berita Umum 📅 10 Mei 2026 ✍️ Admin Jumarodin 👁 55 tayangan

News: Pengajian Ahad Pahing Masjid An-Nashir Sorogenen Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta

News: Pengajian Ahad Pahing Masjid An-Nashir Sorogenen Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta

Yogyakarta - Pengajian Ahad pahing Masjid An-Nashir Nitikan Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta, Ahad, 10 Mei 2026, oleh Takmir Masjid kali ini mengajak Ust Jumarodin, LP UMKM PWM DIY membahas tentang Upaya Jamaah Masjid dalam Membangun Umat Berdaya dari Rumah Tahfidz sebagai bentuk Integrasi Ilmu Qur'an dan Kemandirian Ekonomi.

Pak Edi Sutrisno, sebagai moderator mengingatkan kepada hadirin yang memenuhi shaff masjid An-Nashir ini bahwa Pengajian yang diadakan Ahad Pahing kali ini bertujuan untuk membahas bagaimana membangun ekosistem umat yang berdaya dengan mengintegrasikan ilmu Qur'an dan kemandirian ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Rumah Tahfidz sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ekonomi masyarakat sekitarnya sebagai jamaah masjid yang utama.

Ustadz Juma panggilan dari Ustadz Jumarodin saat mengantarkan dialog pengajian mengingatkan satu ayat dalam Al Qur'an surat QS. Al-Qasas: 77 yang artinya: "Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari kebahagiaan akhirat dan duniawi, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi." 
Kemudian juga ayat 11 surat Al-Mujadilah yang artinya  "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." 

Dilanjut pembacaan hadis: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad dan Tabrani)
lalu hadis lain bahwa: "Tuhan tidak akan membantu orang yang tidak berusaha sendiri." (HR. Ahmad dan Hakim)

Dari ayat dan hadis itu, Ust Juma dari LP UMKM PWM DIY lebih lanjut mengatakan bahwa Integrasi Ilmu Qur'an dan Kemandirian Ekonomi dapat diwujudkan melalui kegiatan sbb:

1. Pendidikan: Rumah Tahfidz dapat menjadi pusat pendidikan yang mengajarkan ilmu Qur'an dan pengetahuan lainnya (skill, attitude, knowledge).
2. Pengembangan Ekonomi: Rumah Tahfidz dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat dengan menyediakan pelatihan dan fasilitas untuk usaha kecil dan menengah. Misal: pelatihan ketahanan pangan halal, terapi kesehatan tradisional alami yang aman untuk merawat kesehatan dan mengatasi gangguan kesehatan, belanja berjamaah, dll
3. Kemandirian: Masyarakat dapat menjadi mandiri dengan memiliki kemampuan dan sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya: Nandur ngolah ngedol. Nandur yg dimakan. Makan yg ditandur.

Dengan demikian, pengajian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat jamaah masjid untuk membangun umat yang berdaya dengan mengintegrasikan ilmu Qur'an dan kemandirian ekonomi bersama Takmir Masjid yang telah diberi amanat untuk mengelola setiap potensi yang ada pada setiap jamaahnya yang sudah terdokumentasi dalam bank data jamaah masjid..

Integrasi Al-Qur’an dan Kemandirian Ekonomi

Oleh: Jumarodin (LP UMKM PWM DIY)

1. Mukadimah

  • Puji Syukur: Memuji Allah SWT atas nikmat sehat dan hidayah sehingga jamaah bisa berkumpul di majelis ilmu Ahad Pahing.

  • Sholawat: Kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan sempurna dalam berdakwah sekaligus berniaga.

2. Intisari Materi: Qur'an sebagai Fondasi Peradaban

Membangun umat yang berdaya tidak bisa dipisahkan dari Al-Qur’an. Namun, pemahaman Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada bacaan (tilawah) saja, melainkan harus turun ke dalam amal nyata (harakah), termasuk dalam kemandirian ekonomi.

  • Rumah Tahfidz sebagai Sentra Perubahan: Rumah Tahfidz jangan hanya dipandang sebagai tempat menghafal huruf demi huruf. Ia adalah laboratorium karakter. Seorang penghafal Qur'an dididik untuk disiplin, jujur, dan tangguh. Tiga nilai ini adalah modal utama dalam membangun usaha atau UMKM.

3. Konsep Integrasi: Iman dan Imun Ekonomi

Umat yang kuat adalah umat yang tangannya di atas. Kita mengenal prinsip kemandirian yang sederhana namun kuat: "Nandur, Ngolah, Ngedol" (Menanam, Mengolah, Menjual).

  • Integrasi Ilmu: Santri dan jamaah di sekitar Rumah Tahfidz diajarkan bahwa bekerja mencari nafkah yang halal adalah bagian dari ibadah.

  • Pemberdayaan Berbasis Masjid: Masjid An-Nashir dan Rumah Tahfidz di sekitarnya dapat menjadi ekosistem ekonomi. Misalnya, mengelola unit usaha kecil yang hasilnya digunakan untuk operasional dakwah, sehingga lembaga pendidikan tidak hanya bergantung pada donatur, melainkan mandiri secara finansial.

4. Strategi Membangun Umat Berdaya

  1. Literasi Keuangan Syariah: Mengedukasi jamaah untuk menjauhi riba dan mulai mengelola keuangan rumah tangga dengan prinsip syariah.

  2. Produksi Mandiri: Mendorong ibu-ibu jamaah dan wali santri untuk memiliki produk unggulan (UMKM), baik di bidang kuliner maupun kerajinan, yang dikelola secara profesional.

  3. Jejaring (Networking): Antar jamaah masjid harus saling "nglarisi" (membeli dagangan tetangga/saudara seiman). Inilah wujud nyata dari ukhuwah islamiyah.

5. Penutup & Kesimpulan

Jika Al-Qur’an sudah tertanam di dada dan kemandirian ekonomi sudah ada di tangan, maka umat Islam akan menjadi umat yang bermartabat. Kita ingin melihat santri-santri kita tidak hanya fasih melantunkan ayat suci, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya.

"Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim). Kuat dalam iman, kuat pula dalam ekonomi.

Poin-Poin Penting:

  • Sapaan hangat untuk jamaah An-Nashir, Sorogenen, Nitikan, Sorosutan, dan sekitarnya.

  • Pentingnya peran LP UMKM dalam mengawal pertumbuhan ekonomi warga Muhammadiyah.

  • Ajakan untuk menjadikan Masjid An-Nashir sebagai pusat solusi masalah umat, baik masalah agama maupun masalah dapur (ekonomi).

Selanjutnya, untuk memudahkan memilih model kegiatan, setiap jamaah masjid dapat memilih sesuai dengan kecenderungannya, seperti disebutkan 30 contoh kemandirian ekonomi berdasarkan ilmu Al-Qur'an:

1. Pertanian: "Dan Dia-lah yang menjadikan taman-taman yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima, yang serupa dan yang tidak serupa." (QS. Al-An'am: 141)
2. Perdagangan: "Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275)
3. Pernak-pernik: "Dan Dia-lah yang menjadikan sungai-sungai mengalir dan Dia-lah yang menjadikan tumbuh-tumbuhan." (QS. Al-Rad: 3)
4. Kerajinan: "Dan Dia-lah yang mengajarkan manusia membuat alat-alat dan lain-lain." (QS. Al-Raqqah: 10)
5. Pendidikan: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-Alaq: 1)
6. Kesehatan: "Dan makanlah dari apa yang Allah berikan kepadamu dari rezeki yang halal dan baik." (QS. Al-Baqarah: 168)
7. Teknologi: "Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan kamu khalifah di bumi." (QS. Al-An'am: 165)
8. Energi: "Dan Dia-lah yang menjadikan api untuk kamu dari kayu yang hijau." (QS. Al-Waqi'ah: 71-72)
9. Transportasi: "Dan Dia-lah yang menjadikan laut untuk kamu, supaya kamu makan dari daging yang segar dan mengeluarkan dari laut itu perhiasan yang kamu pakai." (QS. Al-Nahl: 14)
10. Komunikasi: "Dan Dia-lah yang menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati (akal)." (QS. Al-Nahl: 78)
11. Pertambangan: "Dan Dia-lah yang menjadikan bumi untuk kamu** dan Dia-lah yang mengeluarkan besi, tembaga, dan emas." (QS. Al-Hadid: 25)
12. Pertambangan: "Dan Dia-lah yang menjadikan bumi untuk kamu, supaya kamu mencari rezeki di dalamnya." (QS. Al-Mulk: 15)
13. Pariwisata: "Dan Dia-lah yang menjadikan laut untuk kamu, supaya kamu makan dari daging yang segar dan mengeluarkan dari laut itu perhiasan yang kamu pakai." (QS. Al-Nahl: 14)
14. Pendidikan: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-Alaq: 1)
15. Kesehatan: "Dan makanlah dari apa yang Allah berikan kepadamu dari rezeki yang halal dan baik." (QS. Al-Baqarah: 168)
16. Teknologi: "Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan kamu khalifah di bumi." (QS. Al-An'am: 165)
17. Energi: "Dan Dia-lah yang menjadikan api untuk kamu dari kayu yang hijau." (QS. Al-Waqi'ah: 71-72)
18. Transportasi: "Dan Dia-lah yang menjadikan laut untuk kamu, supaya kamu makan dari daging yang segar dan mengeluarkan dari laut itu perhiasan yang kamu pakai." (QS. Al-Nahl: 14)
19. Komunikasi: "Dan Dia-lah yang menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati (akal)." (QS. Al-Nahl: 78)
20. Pertambangan: "Dan Dia-lah yang mengeluarkan besi, tembaga, dan emas." (QS. Al-Hadid: 25)
21. Pertanian: "Dan Dia-lah yang menjadikan taman-taman yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima, yang serupa dan yang tidak serupa." (QS. Al-An'am: 141)
22. Perdagangan: "Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275)
23. Pernak-pernik: "Dan Dia-lah yang menjadikan sungai-sungai mengalir dan Dia-lah yang menjadikan tumbuh-tumbuhan." (QS. Al-Rad: 3)
24. Kerajinan: "Dan Dia-lah yang mengajarkan manusia membuat alat-alat dan lain-lain." (QS. Al-Raqqah: 10)
25. Pendidikan: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al-Alaq: 1)
26. Kesehatan: "Dan makanlah dari apa yang Allah berikan kepadamu dari rezeki yang halal dan baik." (QS. Al-Baqarah: 168)
27. Teknologi: "Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan kamu khalifah di bumi." (QS. Al-An'am: 165)
28. Energi: "Dan Dia-lah yang menjadikan api untuk kamu dari kayu yang hijau." (QS. Al-Waqi'ah: 71-72)
29. Transportasi: "Dan Dia-lah yang menjadikan laut untuk kamu, supaya kamu makan dari daging yang segar dan mengeluarkan dari laut itu perhiasan yang kamu pakai." (QS. Al-Nahl: 14)
30. Komunikasi: "Dan Dia-lah yang menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati (akal)." (QS. Al-Nahl: 78)

Semoga contoh-contoh di atas dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi berdasarkan ilmu Al-Qur'an sesuai dengan pilihannya masing masing ari setiap jamaah dan bisa juga didorong untuk membuat kelompok usaha bersama antar jamaah masjid yang sesuai dengan minatnya. (**)

QS Al-Qashash ayat 77 adalah:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۚ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
QS Al-Mujadilah ayat 11 adalah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: 'Berlapang-lapanglah dalam majelis', maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: 'Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Hadis:

خير الناس أنفعهم للناس

Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad dan Tabrani)

Hadis ini menjelaskan bahwa orang yang paling baik adalah orang yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Chat WhatsApp