PINBAS DIY & Atomy Education Centre Yogyakarta Cetak Wirausaha Baru Pro-Sumen
PINBAS DIY & Atomy Education Centre Yogyakarta Cetak Wirausaha Baru Lewat Konsep Pro-Sumen
YOGYAKARTA (beritaumkmjogja.id) – Gerakan ekonomi umat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan tren positif. Melalui Program Kelas Praktek Magang Kewirausahaan (KPMK), Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) DIY resmi menggandeng Atomy Education Centre Yogyakarta dengan memilih Ibu Ida Odolwati sebagai sosok model Pro-Sumen pada tahun ini, 2026.
Berlokasi di Jl. Gajahmada 23E, Pakualaman, Yogyakarta, Atomy Education Centre Yogyakarta menjadi pusat kegiatan harian bagi Ibu Ida dkk untuk berbagi ilmu praktik kewirausahaan di bidang jasa pemasaran berbasis konsep Pro-Sumen.
Pro-Sumen—singkatan dari Produsen dan Konsumen—merupakan konsep konsumen cerdas yang tidak hanya berbelanja kebutuhan, tetapi juga terlibat aktif sebagai pelaku usaha. Konsep ini dinilai mampu menguntungkan konsumen, memacu geliat produsen, serta menggerakkan roda ekonomi umat melalui ekosistem bisnis syariah berjamaah.
KPMK: Jembatan Praktik Langsung untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Umum
Melalui KPMK, para peserta tidak sekadar menerima pembekalan teori, melainkan langsung terjun mengikuti magang praktik kewirausahaan di lapangan bersama tim Ibu Ida Odolwati yang telah berpengalaman membangun usaha bersama sebagai pro-sumen.
-
Sasaran Peserta: Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum
-
Fokus Materi:
-
Praktik UMKM Jasa Pemasaran Magang Kewirausahaan
-
Etika Bisnis Syariah (Menghargai semangat; menciptakan visi; mengikuti keyakinan; melayani dengan kerendahan hati)
-
Digital Marketing (Shopping mall Atomy Shop)
-
Pengembangan Jaringan Pro-Sumen (Konsumen cerdas)
-
Dukungan Tokoh: Pers Digital DIY & PINBAS DIY
Inisiatif ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari para pegiat media serta praktisi inkubasi bisnis lokal.
Ketua PINBAS DIY sekaligus Tokoh Pers Digital DIY, Jumarodin, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya program ini.
"Saya merasa bersyukur dengan adanya KPMK (Kelas Praktek Magang Kewirausahaan) yang memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai keberadaan Pro-Sumen Atomy. Ini adalah konsep konsumen cerdas yang membahagiakan semua pihak sekaligus bisa untuk Persiapan Masa Pensiun Produktif (PMPP). Semoga kerja sama antara PINBAS DIY dan Atomy Yogyakarta ini mampu menjadi solusi konkret bagi penguatan ekonomi umat di DIY."
Dukungan senada disampaikan oleh Welly Chan, Pengurus Pers Digital DIY.
"KPMK hasil kerja sama antara Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS DIY) dan Atomy Education Centre Yogyakarta ini diharapkan semakin dikenal luas sebagai wadah untuk menjalankan usaha bersama. Kelas Praktek Magang Kewirausahaan ini sangat relevan dan dibutuhkan, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat umum."
Dukungan juga disampaikan oleh Priyono Prasetyo, Dosen Ekonomi Syariah FAI UAD.
"Saya bersyukur ketemu Pak Juma sehingga saya bisa memberi solusi mahasiswa mata kuliah kewirausahaan saya untuk praktek usaha di KPMK PINBAS DIY yang kerjasama dengan Atomy Education Centre Yogyakarta. Saya berharap mahasiwa punya wadah untuk menjalankan usaha bersama. Kelas Praktek Magang Kewirausahaan ini sangat relevan dan dibutuhkan, baik oleh mahasiswa, dosen, guru, karyawan atau masyarakat umum dimana saja berada sekaligus untuk persiapan masa pensiun produktif"
Dukungan berikut datang dari Rika Fatimah, Ph.D, Dosen FEB UGM & Founder G2RT
"Selain sebagai Pembina Pers Digital DIY bersama Pak Juma, saya juga kegiatan bersama di PINBAS DIY. Saya senang dan berharap semoga adanya KPMK dan PMPP bisa menjadi mitra kegiatan kelompok usaha G2RT juga dimana saja berada sehingga kualitas produknya terstandar SNI G2RT UMKM."
PINBAS DIY terus berkomitmen sebagai pusat inkubasi yang mendampingi UMKM produk barang maupun produk jasa agar dapat naik kelas (tumbuh, kembang dan maju) dengan berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Empat Alasan Utama KPMK Penting di Tahun 2026
Sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong kemandirian UMKM, KPMK hadir untuk menjawab empat kebutuhan krusial:
-
Praktik Langsung: Mengutamakan pengalaman mendampingi dan mengelola usaha secara aktual dibanding sekadar teori.
-
Mentoring Terarah: Dibimbing langsung oleh praktisi berpengalaman seperti Ibu Ida Odolwati beserta tim Atomy lainnya.
-
Konektivitas Ekosistem: Terhubung langsung ke dalam jaringan KPMK DIY, PINBAS DIY, Atomy Yogyakarta, dan Pers Digital DIY serta masyarakat ABCGFM (Akademisi. Businessmen. Community. Government. Financial Institution. Media)..
-
Adaptasi Digital: Menyesuaikan dengan perkembangan tren pasar digital melalui penguasaan digital marketing, seperti saat membuat akun belanja akun belanja atomy; saat belanja di online shop atomy; dll.
Layanan Informasi & Pendaftaran
Saatnya setiap pelaku usaha UMKM produk barang atau produk jasa #NaikKelasBarengKPMK. Bagi masyarakat, pelajar, guru, atau mahasiswa, dosen, pensiunan, yang ingin bergabung, informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui:
Lokasi: Panitia KPMK DIY – Atomy Education Centre Yogyakarta. Alamat: Jl. Gajahmada 23E, Pakualaman, Yogyakarta. Sebelah Dika Bakery. Sonju Computer. WhatsApp: 0821-3524-2080
Apa itu Prosumen? Apa persamaan dan perbedaannya?.
Prosumen (gabungan dari kata Produsen dan Konsumen) adalah konsep di mana seorang pengguna atau pembeli tidak sekadar mengonsumsi (membeli dan menggunakan) suatu produk barang atau jasa, tetapi juga ikut terlibat aktif dalam proses produksi, pemasaran, atau penciptaan nilai (value) dari barang/jasa tersebut sehingga memperoleh kemanfaatan ekonomi dalam setiap transaksi yang dilakukan.
Persamaan & Perbedaan: Konsumen vs. Prosumen
| Indikator | Konsumen Biasa | Prosumen (Prosumer) |
| Persamaan | Sama-sama membeli, memakai, dan memanfaatkan barang/jasa untuk kebutuhan sehari-hari. | Sama-sama membeli, memakai, dan memanfaatkan barang/jasa untuk kebutuhan sehari-hari. |
| Peran Utama | Pengguna akhir (hanya pengeluaran/belanja). | Pengguna sekaligus penggerak usaha/pemasar (cost center jadi revenue center). |
| Aliran Keuangan | Uang Keluar: Mengeluarkan uang murni sebagai beban pengeluaran. | Uang Kembali/Masuk: Mengeluarkan uang belanja, namun mendapatkan pengembalian (cashback, komisi/fee, bagi hasil) atau imbalan dari aktivitasnya. |
| Fokus Aktivitas | Menggunakan produk lalu selesai. | Menggunakan produk, menguji kualitas, menceritakan manfaatnya, lalu merekomendasikan/memasarkannya ke orang lain. |
| Pola Pikir (Mindset) | Pembeli/Pelanggan Pasif. | Pembeli Cerdas & Mitra Bisnis Aktif. |
Contoh Praktik Menjalankan Usahanya
Untuk memudahkan akademisi dan praktisi memahaminya, berikut adalah contoh perbandingan aktivitas berdasarkan peran di lingkungan pendidikan dan masyarakat:
1. Contoh di Dunia Pendidikan (Guru / Dosen / Mahasiswa)
-
Sebagai Konsumen Biasa:
Dosen atau mahasiswa membeli produk sikat gigi dan pasta gigi propolis, kopi arabica, shampo, deterjen, dll dari akun belanja atomy online shop untuk digunakan sendiri. Pengeluaran selesai begitu belanja produk dibayar.
-
Sebagai Prosumen:
Dosen atau mahasiswa membeli produk di akun belanja atomy online shop tersebut, memakainya, lalu membuat ulasan (review), atau ikut membagikan cerita pengalaman gunakan produk tersebut kepada mahasiswa lain/komunitasnya. Ketika orang lain membeli melalui rujukan tersebut, ia mendapatkan bagian komisi, fee atau royalti saat sudah membuat akun belanja dan belanja seperti kita
2. Contoh di Bidang Usaha Pemasaran & Jasa Komunitas (Seperti KPMK / Atomy)
-
Sebagai Konsumen Biasa:
Seseorang membeli sabun, pasta gigi, atau perawatan diri harian di minimarket. Ia membayar harga eceran dan memakainya hingga habis tanpa ada dampak finansial selain terpenuhinya kebutuhan kebersihan.
-
Sebagai Prosumen:
Seseorang beralih membeli kebutuhan harian tersebut melalui ekosistem Pro-Sumen (akun belanja atomy online shop). Ia memakai produknya, merasakan manfaatnya, lalu menceritakan pengalaman pemakaian (word-of-mouth) dan mengajak rekan-rekannya untuk ikut mengalihkan tempat belanja mereka seperti yang kita lakukan. Dari omzet belanja jaringan pelanggan dari kelompok usaha kita yang terbangun, kita memperoleh imbalan bagi hasil, fee atau bonus usaha secara syariah.
MLM yg sesuai dg kaidah Fatwa DSN-MUI No. 75/2009 tentang PLBS.
Prinsipnya: Halal prosesnya, Berkah hasilnya, Adil caranya.
BEDAH MLM ATOMY DENGAN 4 PERTANYAAN
1. PRODUKNYA APA? HALAL? BERMANFAAT? HARGA WAJAR?
Fakta Atomy:
Produk utamanya suplemen kesehatan "HemoHim", kosmetik, kebutuhan rumah tangga. Klaimnya dari Korea. Produknya riil, bisa dipakai sendiri, bukan hanya "keanggotaan".
Catatan: Untuk halal, cek apakah sudah ada sertifikat halal MUI/ BPJPH RI. Sejauh ini beberapa produk Atomy sudah ajukan sertifikasi halal di beberapa negara, dan di Indonesia sebagian sudah keluar sertifikasi halal.nya dan sebagian yang lain masih dalam proses dapat sertifikat MUI/ BPJPH RI.
Harga: Relatif premium dibanding pasaran. Bukan 3x lipat, tapi memang di atas produk konvensional sesuai kualitas produknya yang membedakannya di pasaran.
2. PENGHASILAN UTAMANYA DARI MANA? JUAL PRODUK ATAU Hanya CARI ORANG?
Fakta Atomy:
Sistemnya "Unilevel + Binari (Bina kelompok usaha kanan dan kelompok usaha kiri)". Bonus didapat dari:
1. PV (Point value) Pribadi = dari belanja pribadi
2. PV Grup = dari belanja jaringan konsumen cerdas (kelompok usaha jaringan/ jamaah/ bersama)
Ciri khas Atomy: (1)Tidak ada biaya pendaftaran. (2)Tidak ada tutup poin wajib bulanan. (3)Tidak wajib belanja. (4)Ini poin positif, tidak zhalim.
Catatan Kritis: Walaupun tidak wajib, budaya di lapangan sering "mengejar peringkat". Kalau fokus 80% ceramahnya "ajak orang" bukan "jual produk ke konsumen luar", maka rawan masuk kategori yang dikritisi Lajnah Daimah: penghasilan dari rekrut bukan dari penjualan riil
3. ADA WAJIB TUTUP POIN/BELANJA BULANAN? STOK NUMPUK?
Fakta Atomy:
Ini keunggulan Atomy dibanding MLM lain.
(1)Tidak ada wajib belanja bulanan. (2)Tidak ada target omzet wajib. (3)Tidak ada stok barang yang harus dibeli di awal. (4)Member bisa 0 PV dan tetap jadi member.
Hukumnya: Ini menghindari unsur dhulm/zhalim yang dilarang. Bagus.
4. SISTEMNYA TRANSPARAN? ADA AKAD JELAS? ADA UNSUR GHARAR/RIBA?
Fakta Atomy:
Akadnya: (1)Jual beli + komisi penjualan berjenjang. (2)Tidak ada bunga, (3)tidak ada denda keterlambatan. (4)Jadi bebas riba.
(5)Sistem bonusnya jelas di web. Tidak spekulatif. Ok.
Catatan: Yang jadi sorotan ulama adalah "apakah bonus benar-benar dari penjualan ke konsumen akhir, atau hanya mutar di sesama member". Kalau yang beli cuma member untuk kejar PV, maka ini mirip yang dipermasalahkan: commission-based earnings over genuine product value
KESIMPULAN UNTUK EDUKASI JAMAAH
Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 75/2009, MLM boleh jika memenuhi 6 syarat. Kita pakai timbangan itu:
Aspek/ Atomy/ Keterangan Syariah
1. Produk Riil & Halal. Ada produk, tapi cek sertifikat halal MUI per produk: Wajib halal & bermanfaat
2. Tidak Ada Gharar. Harga & bonus transparan =Boleh.
3. Tidak Ada Riba. Tidak ada bunga/denda =Boleh
4. Komisi dari Jualan. Ada, tapi rawan fokus ke rekrut. Ini titik kritis. Harus diedukasi. Cek.
5. Tidak Eksploitasi. Tidak ada wajib belanja/tutup poin. Ini nilai plus besar.=Boleh
6. Akad Jelas. Jual beli + samsarah =Boleh
Jadi hukumnya Atomy: BERSYARAT / DIPERBOLEHKAN DENGAN CATATAN
BOLEH jika:
1. Produknya memang dipakai dan dijual ke konsumen, bukan hanya untuk kejar PV. Siapapun boleh beli dan jual.
2. Produk yang dimakan diminum sudah bersertifikat halal MUI.
3. Niatnya jualan, bukan "ngerekrut". Tidak ada janji "tidur dapat uang".
HARAM/TINGGALKAN jika:
1. Jadi ajang judi: daftar hanya untuk dapat downline.
2. Menipu: melebih-lebihkan khasiat produk.
3. Produknya tidak halal.
PESAN UNTUK JAMAAH
"Bapak/Ibu, Atomy secara sistem lebih baik karena (1)Daftar jadi anggota/ buat akun belanja Atomy gratis. (2)tidak ada wajib belanja. Tapi ingat kaidah: (3)Jual beli boleh, gharar (gak jelas) haram. (4)Usaha boleh, maysyir (judi) haram.
Sebelum ikut, tanya 2 hal: (1)Apakah saya siap jualan produk ini ke tetangga walau tanpa ngajak orang? (2)Apakah produknya sudah halal MUI?
Kalau jawabannya iya, silakan. Kalau hanya tergiur "pasif income", tahan dulu. Rezeki berkah lebih utama dari sekedar hanya ingin terdorong cepat kaya (tapi males jalani usaha). (**)