SeLanMas (Sekolah Lansia Masjid). Edukasi kepada setiap jamaah bahwa Ulu hati saraf mematikan dan Punggung saraf menghidupkan, menyegarkan. Lansia saatnya diedukasi dan dibekali ilmu terapi totok punggung yang banyak manfaatnya. Sebab Lansia Aset Umat Yang Produktif yang hidupnya selalu ingin berguna Dan Bahagia perlu diajak bicara dan berkontribusi nyata dimana saja dan kapan saja.
Tanya: Sekolah lansia. Apa itu sekolah lansia masjid (SeLanMas). Apa saja isi kurikulumnya. Apa programnya. Apa kegiatannya. Siapa yang mengelola. Siapa yang menjadi peserta. Dimana. Kapan. Mengapa kita perlu ikut sekolah lansia masjid. Bagaimana cara ikut sekolah lansia masjid. Bagaimana cara mengelola sekolah lansia masjid agar memberi banyak manfaat semua pihak, baik yang mengelola maupun yang menjadi anggota sekolah lansia masjid. Apa keuntungan dan manfaat ikuti sekolah lansia masjid. 
Tujuan utamanya adalah mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) sekaligus meraih kebahagiaan di masa tua (khusnul khatimah).
Berikut adalah rincian lengkap mengenai kurikulum, program, tata kelola, hingga manfaat dari Sekolah Lansia Masjid (SeLanMas):
1. Kurikulum SeLanMas
Kurikulum SeLanMas biasanya memadukan aspek spiritual, kesehatan fisik, psikologis, dan kemandirian ekonomi. Secara umum terbagi menjadi beberapa rumpun keilmuan:
-
Keagamaan dan Spiritual (Bobot Utama): Pendalaman fikih ibadah lansia, tahsin/tadarus Al-Qur'an, manajemen hati (qolbun salim/ zikir / doa), kajian tauhid (kajian Al Qur'an), dan persiapan menghadapi akhir hayat (khusnul khatimah).
-
Kesehatan dan Pola Hidup Sehat: Pemahaman penyakit degeneratif, gizi seimbang untuk lansia, pentingnya aktivitas fisik, dan kesehatan mental/psikologis masa tua. Termasuk bekal ketrampilan terapi kesehatan tradisional totok punggung.
-
Kemandirian dan Kewirausahaan (Ekonomi Produktif): Pelatihan keterampilan tangan, budidaya tanaman pekarangan, pembuatan makanan sehat, dan manajemen keuangan keluarga di masa pensiun, kelola terapi kesehatan tradisional totok punggung, dll.
-
Psikososial dan Budaya: Pembelajaran tentang komunikasi antar-generasi (menjadi kakek/nenek yang bijak yang berhati seluas samudera) dan pelestarian budaya lokal yang bernilai positif untuk bantu tumbuh kembang sehat mentalnya.
2. Program dan Kegiatan
Kegiatan di SeLanMas didesain dengan suasana yang menyenangkan (fun learning), tidak formal, dan santai (tidak membebani ingatan secara drastis).
Ragam Kegiatan Berkala:
-
Kuliah Duha / Kelas Klasikal: Penyampaian materi oleh pakar (ustaz, dokter, psikolog, praktisi UMKM) dua minggu sekali atau sebulan sekali.
-
Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol bekerja sama dengan Puskesmas atau klinik terdekat.
-
Senam Lansia & Terapi Fisik: Olahraga ringan yang aman untuk sendi dan jantung, serta pengenalan terapi fisik ringan (seperti stimulasi titik saraf/pijat refleksi/terapi totok punggung)
-
Tadarus dan Setoran Hafalan Pendek: Menjaga fungsi kognitif otak agar terhindar dari pikun (demensia).
-
Kunjungan Lapangan (Outbound/Wisata Religi): Kegiatan refreshing di luar masjid untuk membangun kebersamaan dan kegembiraan (QS Al Jumu'ah: 10).
-
Praktek Produksi (Kewirausahaan): Praktek langsung membuat produk bernilai ekonomi (misal: olahan pangan lokal, kerajinan), menggunakan prinsip sederhana seperti nandur, ngolah, ngedol (menanam, mengolah, menjual) skala rumahan untuk membantu menyediakan kebutuhan antar sesama di sekitarnya. Itulah hakikatnya saling membantu, menolong.
3. Peserta, Pengelola, Tempat, dan Waktu
-
Siapa Pesertanya? Warga masyarakat berusia 60 tahun ke atas (atau pra-lansia usia 45–59 tahun yang ingin bersiap), baik laki-laki maupun perempuan, yang memiliki kemauan untuk belajar dan bersosialisasi bersama sama.
-
Siapa Pengelolanya? Dikelola oleh Takmir Masjid, bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan (seperti BKPRMI, Aisiyah, Muslimat NU), kader Posyandu Lansia, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (BKKBN), serta tenaga kesehatan setempat.
-
Di Mana? Berpusat di serambi, ruang pertemuan, atau aula Kompleks Masjid yang aksesibel bagi lansia (minim anak tangga curam, ada pegangan tangan, toilet ramah lansia).
-
Kapan? Biasanya dilaksanakan secara berkala pada waktu-waktu luang yang nyaman bagi lansia, misalnya setiap Sabtu/Ahad pagi (pukul 07.30 - 10.30 WIB) atau setelah kajian Duha, agar tidak mengganggu waktu istirahat mereka.
4. Mengapa Perlu Ikut & Bagaimana Cara Bergabung?
Mengapa Perlu Ikut?
Secara psikologis, masa pensiun atau masa tua sering memicu post-power syndrome, rasa kesepian (loneliness), dan perasaan tidak berguna. SeLanMas hadir sebagai wadah spiritual dan sosial agar lansia tetap merasa dihargai, memiliki komunitas yang mendukung, dan tetap produktif di lingkungan yang berkah/ tenang (masjid/ mushalla).
Bagaimana Cara Ikut?
-
Calon peserta atau keluarganya mendaftar ke sekretariat takmir masjid yang menyelenggarakan program SeLanMas.
-
Mengisi formulir data diri dan riwayat kesehatan singkat (untuk memantau kondisi fisik).
-
Berkomitmen mengikuti jadwal kelas dengan sukarela dan gembira.
- Berinfaq atau sedekah/ wakaf manfaat/ sedekah barang atau jasa
5. Strategi Pengelolaan Agar Bermanfaat untuk Semua Pihak
Agar SeLanMas berkelanjutan (sustainable) dan saling menguntungkan bagi pengelola maupun anggota, berikut manajemen yang bisa diterapkan:
Bagi Pengelola (Takmir dan Kader):
-
Kemitraan Strategis (Pentahelix): Jangan bekerja sendiri. Jalin kerja sama resmi dengan Puskesmas (untuk tenaga medis), BKKBN (untuk modul Bina Keluarga Lansia), universitas/akademisi (untuk pengabdian masyarakat), dan pelaku UMKM lokal (untuk mentor usaha).
-
Sistem Manajemen yang Longgar tapi Teratur: Buat presensi, buku raport perkembangan kesehatan, dan wisuda kelulusan di akhir tahun pembelajaran. Ini memberikan rasa pencapaian (sense of achievement) bagi lansia.
-
Pemberdayaan Dana Infaq: Mengalokasikan sebagian dana sosial masjid atau mencari sponsor CSR untuk operasional program, sehingga peserta bisa ikut secara gratis atau dengan biaya sangat murah/ infaq atau sedekah/ wakaf manfaat/ sedekah barang atau jasa
Bagi Anggota (Peserta):
-
Metode Andragogi (Pendidikan Orang Dewasa): Pengelola tidak boleh memosisikan lansia seperti anak sekolah yang digurui. Gunakan metode saling berbagi pengalaman (sharing session).
-
Integrasi Usaha dan Amal: Produk yang dihasilkan dari kelas keterampilan lansia bisa dipasarkan lewat koperasi masjid atau saat pasar kaget (market day) jamaah hari Jumat rutin. Hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan lansia itu sendiri dan dikelola bersama.
6. Keuntungan dan Manfaat Ikuti SeLanMas
Tanya: Apakah Anda sedang berencana untuk merintis atau menyusun program Sekolah Lansia Masjid ini di lingkungan sekitar Anda? Ya. agar menjadi model SeLanMas berikut penjelasannya:
Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk membangun SeLanMas agar siap menjadi model percontohan yang mandiri dan bermanfaat luas:
1. Tahap Persiapan: Standardisasi Tata Kelola
Sebuah program dapat menjadi model jika memiliki sistem yang jelas dan mudah direplikasi (replicable) oleh masjid lain.
-
Legalitas dan Struktur Organisasi: Buat SK (Surat Keputusan) pendirian SeLanMas dari Ketua Takmir Masjid. Bentuk kepengurusan kecil yang solid, minimal terdiri dari: Kepala Sekolah, Sekretaris/Bendahara, Sie Kurikulum/Akademik, dan Sie Kesehatan/Logistik.
-
Penyusunan Silabus Terbuka: Dokumenkan kurikulum ke dalam bentuk silabus sederhana (misal untuk jangka waktu 6 bulan atau 1 tahun). SeLanMas model harus memiliki target capaian belajar yang jelas bagi peserta di setiap semesternya.
-
Standardisasi Administrasi: Siapkan instrumen pencatatan yang rapi:
-
Buku Induk Peserta (berisi data pribadi, kontak keluarga terdekat/anak, dan riwayat komorbid).
-
Buku Kontrol Kesehatan Bulanan (bekerja sama dengan kader posyandu).
-
Jurnal Kegiatan Kelas harian.
2. Penerapan Pola Pembelajaran: Efektif & Membahagiakan
Sebagai sekolah percontohan, metode pengajaran harus disesuaikan dengan psikologi lansia menggunakan prinsip Andragogi (Pendidikan Orang Dewasa).
-
Suasana Non-Formal: Jangan gunakan setting kelas yang kaku. Manfaatkan karpet masjid yang nyaman dengan meja lipat kecil, atau sesekali gunakan area outdoor (halaman masjid/kebun) agar sirkulasi udara lebih segar.
-
Pendekatan "Apresiatif & Berbagi": Lansia memiliki gudang pengalaman hidup. Berikan ruang bagi mereka untuk bercerita atau membagikan keahlian lamanya di sela-sela materi utama.
-
Evaluasi Tanpa Tekanan: Untuk menjadi model, evaluasi tetap diperlukan namun bukan berupa ujian tertulis. Evaluasi bisa berupa kuesioner kebahagiaan, peningkatan kemandirian ibadah, atau stabilitas grafik kesehatan mereka. Di akhir periode, adakan prosesi Wisuda Lansia lengkap dengan toga sederhana. Ini memberikan dampak psikologis yang luar biasa berupa rasa dihargai (self-esteem).
3. Integrasi Program Unggulan (Ciri Khas Model)
Agar memiliki nilai tawar yang kuat sebagai model, integrasikan tiga pilar ini ke dalam kegiatan rutin:
A. Pilar Spiritual & Kognitif (Mencegah Pikun)
Fokus pada aktivitas stimulasi otak berbasis religi. Misalnya, metode menghafal Al-Qur'an secara visual atau isyarat ringan untuk lansia, tadarus bersama, dan bedah kisah-kisah keteladanan yang memotivasi semangat hidup.
B. Pilar Kesehatan Holistic (Integratif)
Selain cek medis konvensional (tensi dan gula darah) dari Puskesmas, hadirkan alternatif terapi fisik yang aman dan mandiri. Pelatihan stimulasi titik-titik saraf ringan atau terapi pijat punggung sederhana secara berpasangan sesama peserta bisa diajarkan agar mereka bisa mempraktikkannya secara mandiri di rumah saat tubuh terasa tidak nyaman.
C. Pilar Ekonomi Produktif (Nandur, Ngolah, Ngedol)
Gunakan pekarangan atau ruang kosong di sekitar masjid untuk program ketahanan pangan/ekonomi berskala mikro.
-
Nandur (Menanam): Pelatihan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA), sayuran hidroponik, atau jahe merah di polybag.
-
Ngolah (Mengolah): Mengajarkan lansia membuat produk turunan, seperti jamu instan harian, keripik sehat, atau teh herbal.
-
Ngedol (Menjual): Hasil olahan dikemas sederhana, lalu dipasarkan melalui koperasi masjid, dipajang saat jamaah Salat Jumat, atau didukung oleh anak-cucu mereka melalui media sosial. Langkah ini membuat lansia merasa tetap produktif dan berdaya.
4. Strategi Kemitraan Strategis (Pentahelix)
SeLanMas yang ideal tidak berjalan sendiri dengan anggaran takmir, melainkan menjadi dirigen yang mempertemukan berbagai pihak:
-
Pemerintah: Gandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) setempat untuk menyelaraskan program dengan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Puskesmas untuk jaminan pelayanan kesehatan.
-
Akademisi: Jadikan masjid sebagai lokasi prioritas pengabdian masyarakat oleh dosen atau tempat KKN mahasiswa kedokteran/psikologi/pertanian.
-
Dunia Usaha & Lembaga Zakat: Manfaatkan dana infaq terikat atau dana kemaslahatan umat dari lembaga zakat untuk mensubsidi kebutuhan logistik dan peralatan praktik lansia.
5. Pendokumentasian sebagai "Cetak Biru" (Blueprint)
Agar SeLanMas Anda benar-benar diakui sebagai model yang bisa dicontoh oleh masjid-masjid lain di tingkat daerah maupun nasional, lakukan hal ini:
-
Susun Buku Panduan (Guidebook): Tuliskan seluruh proses dari cara merekrut peserta, menyusun anggaran, hingga contoh rundown acara ke dalam satu buku panduan teknis yang rapi.
-
Buat Bank Digital Dokumen: Simpan file-file administrasi (absensi, format laporan, materi pemateri) di Google Drive yang bisa diakses secara terbuka jika ada pengelola masjid lain yang ingin belajar (studi banding).
-
Publikasikan Dampak Nyata: Bagikan cerita-cerita inspiratif perubahan perilaku atau kesehatan lansia setelah mengikuti SeLanMas melalui media sosial masjid atau buletin Jumat.
Dengan perencanaan yang matang dan tata kelola yang terdokumentasi dengan baik, SeLanMas ini tidak hanya akan memuliakan para lansia di lingkungan Anda, tetapi juga siap menjadi kiblat percontohan bagi gerakan pemberdayaan umat berbasis masjid di tempat lain.

Renungan: Sebuah gerakan peradaban baru dari serambi masjid kini tengah menjadi perbincangan hangat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak ingin membiarkan masa tua identik dengan penurunan produktivitas atau beban sosial, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI DIY bersama 100 Takmir Masjid se-DIY resmi akan meluncurkan gerakan SeLanMas (Sekolah Lansia Masjid) pada Selasa, 16 Juni 2026 bertepatan dengan tahun baru hijriyah 1448H.

Program edukasi non-formal yang mengusung konsep Sekolah Persiapan Pensiun Mandiri dari Masjid ke Masjid ini mendadak viral karena mengintegrasikan spiritualitas dengan ilmu kesehatan praktis yang sangat dibutuhkan masyarakat, yaitu: Terapi Totok Punggung.

Rahasia "Menghidupkan Saraf" di Punggung Tanpa Obat
Jika selama ini keluhan ulu hati dan organ dalam sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi para lansia, SeLanMas hadir memberikan edukasi tandingan yang solutif. Melalui terapi totok punggung, para lansia diajari bahwa punggung adalah kunci stimulasi kesehatan tubuh.
-
Ulu Hati vs Punggung: Titik-titik sensitif di bagian depan tubuh sering kali rentan terkena gangguan (hingga mematikan), namun Allah SWT menciptakan punggung sebagai benteng pertahanan saraf (hingga menghidupkan, menyegarkan kembali).
-
Menghidupkan & Menyegarkan Saraf: Melalui sentuhan jemari yang presisi pada jalur tulang belakang, terapi ini mampu menstimulus saraf-saraf yang mulai melemah agar kembali "hidup", aktif, dan menyegarkan kembali organ-organ tubuh secara alami tanpa ketergantungan obat-obatan kimia.
Dengan dibekali ilmu ini, lansia tidak lagi menjadi konsumen obat pasif, melainkan agen kesehatan mandiri yang bisa merawat diri sendiri dan saling menolong sesama jamaah.

Mengubah Stigma: Lansia Adalah Aset Umat yang Produktif & Bahagia
Di tengah tantangan era ageing population (ledakan penduduk usia tua), SeLanMas hadir memotong rantai kecemasan masa pensiun (post-power syndrome, penurunan finansial, dan penyakit degeneratif). Melalui pendekatan di rumah ibadah, program ini menyandarkan gerakannya pada 4 pilar utama:
-
Spiritual & Mental: Pendalaman agama menuju masa tua yang Hayyatan Toyyibah (kehidupan yang baik). QS An-Nahl: 97.
-
Kesehatan Lansia: Praktik totok punggung dan pencegahan demensia agar hidup Tenang dan Damai. QS Al-Baqarah: 277.
-
Kemandirian Ekonomi: Pelatihan wirausaha mikro berbasis masjid bersama PINBAS DIY agar tetap Sejahtera. QS Al-Baqarah: 277.
-
Sosial & Komunitas: Ruang aktualisasi diri agar para sesepuh tetap Bahagia. QS Thaaha: 124.

UNDANGAN TERBUKA & AKSI NYATA: Grand Launching 100 Masjid Model
Untuk mengawali gerakan masif ini, PINBAS MUI DIY mengundang perwakilan takmir masjid, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh publik untuk hadir dalam peluncuran model awal 100 Masjid SeLanMas yang akan diselenggarakan pada:
-
Hari / Tanggal: Selasa, 16 Juni 2026 (Bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H)
-
Waktu: Jam 12.00 WIB (Diawali dengan Shalat Dzuhur Berjamaah)
-
Tempat: Masjid Annahl Pilahan, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta
-
Agenda Utama: Pembukaan resmi dan penyerahan sistem pengelolaan Sekolah Lansia Masjid (SeLanMas) untuk 100 takmir sebagai pelopor model awal.
🚨 AMANKAN KUOTA MASJID ANDA! Gerakan ini membuka kesempatan kolaborasi bagi unsur Pentahelix (Akademisi, Pebisnis, Komunitas, Pemerintah, Lembaga Keuangan, dan Media).
Pendaftaran Instan Via WhatsApp: Hubungi Admin PINBAS DIY di nomor 0821-3524-2080. Tulis nama> nama masjid> alamatnya> nomor WA nya. Kuota sangat terbatas untuk model Selanmas tahap awal ini. Hanya 100 peserta se DIY. Detail petunjuk pelaksanaan akan dikirimkan langsung melalui grup WA calon peserta yang telah mendaftar lewat WA admin.
Mari kita ubah masa tua menjadi masa yang paling dirindukan, penuh karya, merasa berguna, sehat alami dengan jemari sendiri dengan terapi totok punggung untuk mengundang pertolongan Nya.

VIRAL!!! MENGEJUTKAN DAN MENGINSPIRASI!
Sebuah paradigma baru tentang kesehatan masa tua mendadak viral dan memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Melalui gerakan SeLanMas (Sekolah Lansia Masjid), terungkap sebuah konsep kesehatan alami yang membuka mata banyak orang: "Bahwa ulu hati adalah area saraf yang rentan mematikan, sedangkan punggung adalah gudang saraf yang menghidupkan dan menyegarkan!"

Fakta ini menjadi motor penggerak utama dalam kelas edukasi kesehatan SeLanMas, di mana para lansia kini tidak lagi sekadar pasrah pada usia, melainkan dibekali ilmu Terapi Totok Punggung—sebuah metode alami, aman, dan tanpa obat yang terbukti memiliki segudang manfaat untuk merawat stamina dan mengatasi berbagai gangguan kesehatan.
Menghidupkan Saraf yang Layu Lewat Punggung
Dalam pelatihan SeLanMas yang berbasis di masjid-masjid, para lansia diedukasi secara mendalam tentang anatomi tubuh secara sederhana namun aplikatif:
-
Ulu Hati (Titik Rentan): Bagian depan tubuh, terutama ulu hati, adalah pusat berkumpulnya organ vital yang sangat sensitif dan rawan terhadap serangan penyakit yang fatal (mematikan).
-
Punggung (Titik Penyembuhan): Sebaliknya, bagian punggung adalah gerbang aliran saraf pusat. Menotok bagian punggung secara presisi ibarat "menghidupkan kembali" mesin tubuh yang mulai melambat, menstimulus aliran darah, dan memberikan efek menyegarkan seketika pada organ dalam yang terhubung.
Dengan jemari mereka sendiri, para lansia diajarkan cara menolong diri sendiri dan sesama jamaah. Hasilnya luar biasa: tubuh menjadi lebih bugar, tidur lebih nyenyak, dan keluhan fisik khas lansia bisa diredam tanpa perlu ketergantungan pada obat kimia.

Lansia Adalah Aset Umat: Mereka Ingin Didengar dan Berkontribusi!
Viralnya gerakan SeLanMas bukan hanya karena faktor terapi kesehatannya yang ajaib, melainkan karena komitmennya dalam memuliakan manusia. Lansia adalah Aset Umat yang Produktif dan Bahagia!

Selama ini, lingkungan sering kali abai dan menganggap lansia sebagai kelompok pasif yang cukup diam di rumah. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, ada kerinduan yang mendalam untuk selalu ingin berguna, diajak bicara, dan diberikan ruang untuk berkontribusi nyata—dimana saja dan kapan saja.
Melalui SeLanMas yang diinisiasi oleh PINBAS MUI DIY, energi positif para lansia ini disalurkan. Setelah sehat dengan terapi totok punggung, mereka juga dibimbing untuk mandiri secara ekonomi, matang secara spiritual (Hayyatan Toyyibah), dan aktif dalam kegiatan sosial kemaslahatan umat.

🚨 JANGAN LEWATKAN MOMEN BERSEJARAH INI!
Mari jadikan masjid di lingkungan Anda sebagai pusat peradaban dan kesehatan lansia. Daftarkan takmir masjid Anda untuk bergabung dalam jaringan 100 Masjid Model SeLanMas se-DIY yang akan diluncurkan serentak pada:
-
Hari / Tanggal: Selasa, 16 Juni 2026 (Bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H)
-
Waktu: Jam 12.00 WIB (Diawali dengan Shalat Dzuhur Berjamaah)
-
Tempat: Masjid Annahl Pilahan, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta
-
Sifat Acara: Terbuka untuk umum (Takmir Masjid, Akademisi, Komunitas, Pemda, Lembaga Keuangan, dan Media).
Pendaftaran Instan Via WhatsApp: Hubungi Admin PINBAS DIY di nomor 0821-3524-2080. Tulis nama> nama masjid> alamatnya> nomor WA nya. Kuota sangat terbatas untuk model Selanmas tahap awal ini. Hanya 100 peserta se DIY. Detail petunjuk pelaksanaan akan dikirimkan langsung melalui grup WA calon peserta yang telah mendaftar lewat WA admin.
Saatnya kita bergerak! Ketuk pintu langit melalui doa di masjid, hidupkan saraf kesehatan melalui punggung, dan bahagiakan orang tua kita agar sisa usianya menjadi berkah yang tak terputus.
















