📰 Portal Berita Resmi PINBAS DIY × Sibermu Thursday, 25 June 2026
Kultum 08: Menjemput Rezeki vs Mencari Rezeki
Kultum 📅 1 Mei 2026 ✍️ Admin Jumarodin 👁 3 tayangan

Kultum 08: Menjemput Rezeki vs Mencari Rezeki

Kultum: Menjemput Rezeki vs Mencari Rezeki

Kultum: Menjemput Rezeki vs Mencari Rezeki

Tema: Mengapa Ketenangan Hati Lebih Utama dari Sekadar Angka

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjamin rezeki setiap makhluk yang melata di muka bumi. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan kita untuk bekerja dengan tangan yang tangkas namun hati yang tetap tenang bersandar kepada Allah.

1. Perbedaan Paradigma: Mencari vs Menjemput

Seringkali kita terjebak dalam diksi "mencari rezeki". Seolah-olah rezeki itu hilang, bersembunyi, atau harus dikejar dengan rasa cemas yang berlebihan. Namun, mari kita geser paradigma kita menjadi "menjemput rezeki".

Rezeki itu sejatinya sudah ada, sudah ditetapkan alamatnya, dan sudah diatur waktunya. Tugas kita bukan "menciptakan" rezeki melalui kepintaran kita, melainkan melakukan ikhtiar terbaik sebagai syarat untuk menjemput apa yang sudah Allah sediakan.

2. Angka adalah Kepastian, Ketenangan adalah Keberkahan

Dalam dunia profesional dan bisnis, kita sering diperbudak oleh angka-angka target. Tentu, perencanaan dan manajemen itu penting, namun angka tidak boleh merampas ketenangan hati.

  • Angka sifatnya terbatas dan seringkali memicu rasa kurang (greedy).

  • Ketenangan hati adalah bentuk rezeki yang jauh lebih tinggi. Apa gunanya angka yang besar di rekening jika hati dipenuhi kecemasan, kurang tidur, dan jauh dari keluarga?

Rasulullah SAW bersabda:

"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Mengapa Ketenangan Lebih Utama?

Ada tiga alasan mengapa ketenangan hati harus didahulukan daripada sekadar mengejar nominal:

  • Kualitas Keputusan: Hati yang tenang (tuma'ninah) akan menghasilkan pikiran yang jernih. Seorang pemimpin atau pengusaha yang tenang akan mengambil keputusan yang lebih bijak dan berumur panjang.

  • Resiliensi (Ketangguhan): Saat ujian finansial datang, orang yang hanya mengejar angka akan mudah patah. Namun, mereka yang "menjemput" dengan iman akan tetap tegak karena yakin bahwa Allah Sang Pemberi Rezeki tidak pernah tidur.

  • Kesehatan Mental dan Fisik: Rezeki yang dijemput dengan cara yang penuh ambisi buta seringkali mengorbankan kesehatan. Padahal, kesehatan adalah modal utama untuk terus beribadah dan berkarya.

4. Cara Menjemput Rezeki dengan Tenang

Bagaimana cara praktis agar kita tetap tenang di tengah tuntutan ekonomi?

  1. Sempurnakan Ikhtiar, Serahkan Hasil: Lakukan pekerjaan seprofesional mungkin, setelah itu "lepaskan" hasilnya kepada Allah. Inilah manajemen tawakal.

  2. Perbanyak Syukur: Syukur adalah pengunci rezeki yang sudah ada dan pembuka jalan bagi rezeki yang akan datang.

  3. Jaga Hubungan dengan Sang Pemilik Rezeki: Jangan sampai kita terlalu sibuk menjemput rezeki, hingga lupa kepada Dia yang memberi rezeki.

Penutup

Mari kita ubah lelah kita menjadi lillah. Bekerjalah dengan standar terbaik, namun jangan biarkan hati kita terikat pada angka-angka duniawi. Ingatlah bahwa rezeki kita tidak akan pernah tertukar, dan ketenangan hati adalah keuntungan terbesar yang tidak bisa dibeli dengan nominal sebesar apa pun.

Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang kaya hati dan diluaskan rezekinya dalam keberkahan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Chat WhatsApp