Kultum 20: Menjaga Lisan di Depan Pelanggan
Kultum: Menjaga Lisan di Depan Pelanggan
Kultum: Menjaga Lisan di Depan Pelanggan
Kata-kata Baik sebagai Sedekah dan Daya Tarik Usaha
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Dalam menjalankan usaha, kita sering fokus pada kualitas produk atau keindahan kemasan. Namun, ada satu elemen yang sering terlupakan padahal menjadi kunci keberkahan dan kesuksesan, yaitu lisan. Dalam konteks muamalah (hubungan antarmanusia), lisan bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan hati dan magnet rezeki.
Mari kita lihat mengapa menjaga lisan sangat krusial dalam berwirausaha:
1. Perkataan Baik adalah Sedekah
Rasulullah SAW bersabda, "Kalimatun thayyibatun shadaqah"—perkataan yang baik adalah sedekah. (HR. Bukhari & Muslim).
Bagi seorang pelaku usaha, sedekah tidak harus selalu berupa uang atau potongan harga. Saat kita menyapa pelanggan dengan ramah, menjawab pertanyaan dengan sabar, atau memberikan solusi dengan tutur kata yang lembut, kita sebenarnya sedang bersedekah. Keuntungannya ganda: kita mendapatkan pahala di sisi Allah, dan pelanggan merasa dihargai secara kemanusiaan.
2. Lisan sebagai Penarik (Magnet) Pelanggan
Dunia bisnis adalah dunia kepercayaan. Kata-kata yang jujur dan santun membangun trust atau kepercayaan.
-
Kejujuran: Menjelaskan kondisi produk apa adanya tanpa melebih-lebihkan.
-
Kesantunan: Tetap tenang meskipun menghadapi keluhan pelanggan yang kurang menyenangkan.
Ingatlah prinsip: "Al-Muslimu man salimal-muslimuna min lisanihi wa yadihi" (Seorang Muslim adalah orang yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya). Jika pelanggan merasa nyaman dan "aman" berkomunikasi dengan kita, mereka tidak hanya akan membeli sekali, tapi akan menjadi pelanggan setia yang datang kembali.
3. Menghindari "Penyakit" Lisan dalam Berusaha
Ada beberapa hal yang harus kita hindari agar keberkahan usaha tidak hilang:
-
Sumpah Palsu: Demi meyakinkan pembeli, jangan pernah bersumpah atas nama Allah secara dusta mengenai kualitas barang.
-
Meremehkan Pembeli: Jangan membeda-bedakan cara bicara berdasarkan penampilan pelanggan.
-
Mengeluh di Depan Pelanggan: Keluhan hanya akan memberikan energi negatif pada tempat usaha kita.
Kesimpulan
Lisan yang terjaga adalah strategi marketing paling murah namun paling berdampak. Mari kita jadikan setiap kata yang keluar dari bibir kita saat melayani pelanggan sebagai ibadah.
Jika produk yang baik memuaskan perut atau kebutuhan fisik pelanggan, maka kata-kata yang baik akan memuaskan hati mereka. Dan hati yang puas adalah jalan bagi rezeki yang mengalir deras dan penuh berkah.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing lisan kita untuk hanya berucap yang benar dan bermanfaat. (**)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.