Kultum 24: Persaingan Sehat, Persaudaraan Kuat
Persaingan Sehat, Persaudaraan Kuat
Persaingan Sehat, Persaudaraan Kuat, Menjadikan rekan seprofesi sebagai mitra, bukan lawan.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bapak dan Ibu penggerak ekonomi umat yang dirahmati Allah,
Dalam dunia bisnis, kita sering mendengar istilah "persaingan pasar". Terkadang, istilah ini diterjemahkan secara sempit sebagai upaya untuk saling menjatuhkan atau merasa terancam ketika ada tetangga atau rekan yang membuka usaha serupa. Padahal, jika kita menilik sejarah kejayaan ekonomi Islam, para pedagang di pasar-pasar Madinah justru tumbuh besar karena semangat saling mendukung.
Rasulullah SAW bersabda: “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Bukhari & Muslim).
Bagaimana kita menerapkan hadits ini dalam dunia UMKM agar persaingan berubah menjadi persaudaraan yang kuat?
1. Rezeki Tidak Akan Tertukar
Keyakinan paling mendasar bagi seorang pengusaha beriman adalah percaya pada ketetapan rezeki. Jika kita yakin bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah, maka tidak akan ada rasa iri atau dengki ketika rekan seprofesi mendapatkan pelanggan lebih banyak. Kita tidak perlu merasa lawan bisnis akan "mencuri" jatah kita, karena apa yang ditakdirkan untuk kita pasti akan sampai kepada kita.
2. Dari Kompetisi Menuju Kolaborasi
Bayangkan jika dalam satu kampung wisata, semua orang menjual produk yang sama tanpa koordinasi. Pasti akan terjadi perang harga yang merugikan semua pihak. Namun, jika kita menjadikan rekan sebagai mitra, kita bisa berbagi peran.
-
Ada yang fokus pada produksi bahan baku (nandur).
-
Ada yang fokus pada pengolahan (ngolah).
-
Ada yang fokus pada pemasaran (ngedol). Inilah kolaborasi yang menjadikan ekosistem bisnis kita lebih tangguh dan efisien.
3. Fastabiqul Khairat: Berlomba dalam Kebaikan
Persaingan yang dibolehkan dalam Islam adalah fastabiqul khairat. Artinya, kita berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas produk, memperbaiki layanan, dan memberikan manfaat lebih besar bagi konsumen. Jika rekan kita sukses, jadikan itu motivasi untuk memperbaiki diri, bukan alasan untuk mencari-cari kelemahannya.
Penutup
Mari kita ubah pola pikir kita dari "siapa yang menang" menjadi "bagaimana kita bisa sukses bersama". UMKM kita akan jauh lebih kuat jika kita saling berbagi ilmu, berbagi jaringan, dan saling mendoakan keberkahan usaha masing-masing.
Semoga Allah melembutkan hati kita untuk selalu melihat rekan seprofesi sebagai saudara seperjuangan, sehingga bisnis kita tidak hanya menghasilkan pundi-pundi rupiah, tetapi juga mempererat tali ukhuwah. (**)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh